Entry: FILM : Laskar Pelangi Sep 26, 2008



  

Ikal (depan), Lintang (baju hijau), Mahar (baju merah)

   Laskar Pelangi, film garapan Riri Riza yang berdasarkan novel dengan judul yang sama akhirnya beredar juga. Semalam menyempatkan diri untuk nonton, walaupun harus rela pulang tengah malam karena keluar kantor baru bisa sekitar jam setengah delapan malam.

   Film yang digarap dengan antusias oleh para sineas kita ini, karena memang kalau boleh saya katakan spirit yang dibawa sangat bagus dan bisa menyadarkan kita akan banyak hal. Sebenarnya saya berharap ketika menonton film ini saya maunya sih belum tau sama sekali mengenai bukunya, tapi sayangnya bukunya telah menjadi big hits dimana-mana dan kebanyakan orang sudah mengetahui kehebatan ceritanya. Sayang sekali, ini menjadikan saya tidak bisa menilai film ini secara obyektif. Sepertinya sebelum gambar itu muncul dilayar didalam kepala saya sudah muncul scene-scene berikutnya, sehingga tidak memunculkan kehebatan sebuah film drama dalam diri saya, itu pendapat saya loh...

   Kalau boleh bilang dengan kondisi saya sudah terpapar oleh berbagai macam kesuksesan dan berbagai pembahasan mengenai bukunya, film ini adalah sebuah film yang sangat pas dalam setiap porsinya, tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang. Ceritanya sendiri sepertinya sudah terbayang-bayangi oleh kehebohan bukunya sendiri, sehingga tidak menjadi sebuah kejutan-kejutan menarik, yahh mungkin ini sebuah resiko bagi film yang diangkat dari sebuah buku, yaitu memvisualisasikan sebuah cerita dari sebuah buku.

   Tapi terlepas dari semua itu film ini layak ditonton oleh kita semua, apalagi bagi para manusia yang kurang suka dengan membaca. Saya yakin film ini sangat memberikan dampak positif bagi diri kita. Lebih menyadarkan kita akan banyak hal, lebih bersyukur kepada yang di Atas atas semua karunia yang telah Dia berikan.

the scene

   Dari tetralogi bukunya sendiri saya baru membaca 2, yaitu laskar pelangi dan sang pemimpi, di masing-masing buku saya mempunya scene favorite, dan ternyata Riri riza memvisualisasikannya dengan mempesona yaitu ketika Lintang berpamitan kepada semua teman-temannya dan sang guru karena dia tidak bisa bersekolah lagi  pada buku laskar pelangi, dan ketika Ikal dan bapaknya menjemput saudaranya yang sebatang kara di buku sang pemimpi.

the character

   Dari sekian tokoh yang ada yang mencuri perhatian saya adalah tokoh Lintang (Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara) , Mahar (Mahar Ahlan bin Jumadi Ahlan bin Zubair bin Awam), dan Bu Muslimah. Mereka diperankan dengan sangat apik dan Cut Mini, yess really stunningly beautiful. 3 tokoh ini sangat hidup ditambah dengan penampilan fisik mereka yang sangat passssss, sepertinya seperti itulah gambaran seorang Lintang dan Mahar. dan bu Mus sendiri, siapa sih yang meragukan seorang Cut Mini?.

Kehebatan bukunya yang kemudian diterjemahkan dalam film ini perlu kita sambut dengan antusias, paling tidak menambah koleksi film Indonesia yang mendidik. Kehebatan sambutan bukunya semoga diikuti dengan filmnya. Saya hanya penasaran, apa pendapat orang yang sama sekali belum mengetahui tentang bukunya, agar film ini dinilai secara obyektif, hehehehe...sama ada sedikit pertanyaan, kenapa sih ada Tora Sudiro???ha3x...
  

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments